Terpapar Covid-19 di MEDOKAN AYU semakin tinggi, kenapa ?

Surabaya – perjuangan terus dilakukan disetiap RW bahkan dilingkungan RT telah membentuk relawan Satgas Covid-19 masing-masing dengan membuat Posko keamanan untuk memperingatkan agar warga menjalankan protokol covid-19 secara baik dan benar. Hasil dari jerih payah relawan Satgas yang juga tergabung dengan Kampung Tangguh Semeru Wani Jogo Suroboyo sangat signifikan dengan melihat mayoritas warga Medokan Ayu telah menjalankan protokol kesehatan diantaranya wajib pakai masker dan wajib cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir yang ada didepan rumah masing-masing warga (30|07|2020).

Tidak berhenti disitu saja, Lurah Medokan Ayu, Ahmad Yardo Fiwaqo, S.AP., M.AP yang didampingi juga Bhabinkamtibmas Kelurahan Medokan Ayu, Aipda Sofian Maulana, SH dan Kasatgas Linmas Kelurahan Medokan Ayu, Uji Siswanto hampir setiap hari keliling pantau wilayah untuk sosialisasikan tentang bahayanya penyebaran Covid-19 agar dapat mampu menekan angka terpapar di wilayahnya.

Tingginya terpapar positif Covid-19 di wilayah Kel. Medokan Ayu Kec. Rungkut Kota Surabaya ini terdapat klaster baru yaitu perkantoran yang aktif dan tenaga kesehatan yang tinggal berdomisili di Medokan Ayu, bukan dari penduduk yang setiap hari berinteraksi dengan tetangga lingkungannya. Maka perlu disosialisasikan lebih extra lagi untuk mematuhi protokol kesehatan setiap dari keluar aktifitas agar tidak menularkan ke orang lain, salah satunya selalu cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir yang bermanfaat untuk membunuh virus yang nempel di tangan selain wajib memakai masker.

Selain hal tersebut, perlu juga untuk menjauhkan diri dari kerumunan yang berpotensi penularan maupun tertular virus covid-19, pemahaman dari diri sendiri sangat diperlukan agar mampu bersama bergotong-royong berjuang melawan Covid-19 di masa New Normal saat ini. Sesuai dengan Perwali No.28 tahun 2020 dan No.33 tahun 2020 yang didalamnya terdapat beberapa sangsi yang melanggar protokol kesehatan, namun begitu sangsi tersebut bukanlah untuk mentargetkan mendapatkan pelanggar, namun agar masyarakat Kota Surabaya dapat memahami bagaimana susahnya jika tertular dan positif Covid-19 sesuai dengan hasil swab, maka pasien akan diharusnya karantina mandiri atau dibawa ke beberapa tempat isolasi yang ditentukan oleh pemerintah Kota Surabaya. (Admin|*)