Makam 3 Pahlawan Kemerdekaan RI ada di Medokan Ayu Kota Surabaya, Siapa Pahlawan itu ?

Surabaya – Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan negeri ini sangat memprihatinkan tahun 2020 ini karena adanya wabah pandemi yang menyerang Indonesia bahkan dunia serta tidak luput wilayah Kelurahan Medokan Ayu kecamatan Rungkut Kota Surabaya. Namun begitu warga Medokan Ayu yang memiliki semboyan, “Medokan Ayu Bersatu Untuk Maju” yang artinya guyub rukun gotong royong untuk membangun wilayah tersebut supaya mampu berkarya untuk Bangsa dan Negara. Hal ini terbukti dengan beberapa karya warga Medokan Ayu yang menyambut HUT Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-75 kali ini setiap gang diwarnai dengan merah putih, baik bendera dan umbul-umbul serta mennghiasi jalan dan gapura wilayah masing-masing.Warga Medokan Ayu yang terletak di Pamurbaya (Pantai Timur Surabaya) dengan jumlah penduduk kurang lebih 28.000 ini bukan karena perwali atau aturan lainnya dari pemerimntah, namun telah menjadi tradisi dan budaya dalam mengenang para pejuang pahlawan yang telah memerdekakan negeri tercinta Indonesia.Dengan didasari rasa Guyub Rukun warganya, hampir setiap program yang diwacanakan Ketua RT dan Ketua RW terlaksana dengan baik karena rasa persaudaraan yang tinggi ada di wilayah ini. Salah satu bukti bahwa warga tidak pernah melupakan sejarah adalah selalu merawat dan mendoakan 3 (tiga) pahlawan yang terletak di Makam Pahlawan Medokan Ayu, tepatnya di Jl. Medokan Kampung RT03 RW02 Kel. Medokan Ayu Kec. Rungkut Kota Surabaya yang setiap tahun diadakan tabur bunga di Makam Pahlawan tersebut.Didik Winarno, Ketua RT03 RW02 bersama warganya dan beberapa Ketua RT serta Ketua RW02 selalu mengirim doa bagi para pejuang agar mendapatkan tempat disurga sesuai amal perbuatannya selama memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia bersama para pejuang lainnya.Taman Makam Pahlawan Kelurahan Medokan Ayu telah diresmikan oleh Walikota Surabaya, H. Sunarto Sumoprawiro pada hari Senin, 19 Mei 1997 dan hingga saat ini Taman Makam Pahlawan tersebut dirawat oleh warga sehingga tampak bersih dan terdapat joglo untuk diskussi atau untuk koordinasi terkait Makam Pahlawan ini. Tiga Pahlawan tersebut yakni, Kyai Asmadi, Kyai Hardjo dan Kyai Kunawi ketiganya meninggal dilokasi dan langsung dimakamkan dilokasi tersebut oleh warga pada saat perjuangan melawan penjajah. Konon menurut cerita tokoh masyarakat setempat bahwa tiga pahlawan ini tertembak oleh tentara belanda.Qotmil Qur’an di Makam Pahlawan dilaksanakan setiap tahun terutama pada HUT NKRI selalu diadakan pembacaan ayat-ayat suci Alqur’an bersama Pengurus RT, Pengurus RW, Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat dengan konsumsi swadaya oleh warga sekitar [16|08|2020]. Jangan Pernah Sekali-kali Melupakan Sejarah (Jas Merah) yang pernah disampaikan Presiden Republik Indonesia Pertama, Ir. H. Soekarno teraplikasi dengan baik di Medokan Ayu untuk memberikan contoh bagi anak cucu nanti yang akan meneruskan bagaimana menghargai dan mengenang para pejuang yang saat ini tinggal berjuang untuk kemajuan dan pembangunan karakter bangsa dari beberapa aspek dengan melibatkan ujung tombak pemerintahan yakni Ketua RT, Ketua RW serta lainnya dilingkungan masyarakat yabng perlu adanya perhatrian khusus dari Pemerintah daerah hingga pemerintah pusat. (admin/*)